JAYALENGKARA SUNYAWIBAWA

NASKAH KUNO

715.936

Naskah Kuno: Sastra Panji

1869

Bhs Jawa; Aksara Jawa

21 x 27 cm: 107 hlm; 15 baris/hlm.

Kertas Eropa, buatan tangan

Perpustakaan Nasional RI

Abstrak

Menurut catatan pada h.i (bandingkan pula Notulen 1876:xviii), Serat Jayalengkara Sunyawibawa ini berasal dari sultan Palembang yang terakhir. Pada waktu perampasan kratonnya, naskah jatuh ke tangan seorang sersan Jawa, yang kemudian menjualnya kepada Bataviaasch Genootschap seharga ƒ12 pada tahun 1869, di Batavia. Masih pada h.i, terdapat pula dua catatan tertulis dengan aksara Arab, berbahasa Melayu, sbb: "Ini surat Pangeran Ratu as-Sultan Muhammad Baha'uddin, tammat. Bahwa ini hikayat Sri Paduka Sultan Muhammad Baha'uddin fi Palembang;" dan "'Alamat hikayat Seri Paduka Pangeran Ratu ini paduka Seri Suhunan Ahmad Mahmuddin ibni Sultan Ratu Mahmud Badr'uddin fi Palembang daru'l ma'mur wa'l masyur." Gaya tulisan teks pokok maupun jenis kertas yang dipergunakan cocok dengan tahun penyalinan pada awal abad ke-19.

      Teks Jayalengkara Sunyawibawa ini, sebuah cerita Panji, mengisahkan petualangan seorang Jayalengkara, putra Bagawan Kalasunya, raja di kraton Sunyawibawa. Untuk ringkasan cerita, daftar pupuh, cuplikan lengkap awal dan akhir teks, maupun data naskah lain yang mirip, lihat Poerbatjaraka dkk 1950:17-19.

AWAL TEKS:  Dan purwakeng ngwang angawi sa(ng) nateng Sunyawibawa, antyatya dening ngadile, amangun kaprabunira, angekeh sakweng wadya, mwang bahu santananipun, kala yen kulawarganya.

 

AKHIR TEKS: Pangaskretane sang nata, bathara Kretakjaneki, paran milane kayeko, pan dening swabawaneki, asihing tur prikseki, tan angangge aniksesku, nora nglangkungi sastra, kang kawangi denireki, ingkang duwe wisesa tan lyan Hyang Suksma.

File Berkas

Sampul

Ketersediaan

No Panggil No Barcode Status
CS.104 Tersedia