PANANGKIS SARWA MAWISESA

NASKAH KUNO

218.128

Naskah Kuno; Sastra; Jawa Kuno.

Bahasa Jawa Kuno; Aksara Bali.

26 x 3,5 cm; 16 halaman; 4 baris/halaman; lontar; kondisi naskah baik.

Perpustakaan Universitas Indonesia

Abstrak

Naskah lontar ini memuat teks yang diawali dengan Penangkeb Sarwa Mawisesa dan Sarwa Leyak (h.1-3), yaitu uraian tentang “penakut” segala kesaktian dan Leyak Sakti berdasarkan keputusan Betari Durga yang dilakukan pada Selasa Kliwon, lengkap dengan mantra dan rerajahannya. Dilanjutkan dengan mantra-mantra tentang Pangurip Sabda (4-5); Aji Panulak (5a); Pangataksu (5b); Rare Kadadak (6a); Pangesengan Gering (sakit) dan Pangastawa Bayu terhadap orang yang tertimpa sakit (6b); dan Pangalah Gering (7a). Teks diakhiri dengan uraian Tamba Saluwiring Ngantakin Panes (8b),  yaitu obat dari segala penyebab sakit panas. Sarananya daun candi lata, daun kacubung kasyan, dan bawang adas. Kaki si penderita dioles dengan campuran daun candi lata, bawang, garam, dan arang. Lalu diikat dengan tiga batang pelepah byah dengan benang sri datu, dan dibakar (tambus). Semuanya ini diolah sedemikian rupa sehingga menjadi loloh.

Pada h.5a dan 6.a, teks hanya digosok dengan warna hitam dan belum dibersihkan sebagaimana lempir-lempir yang lain, sehingga tampak agak kotor. Sedangkan dibaliknya sampul depan terdapat juga judul naskah, ditulis tangan memakai tinta merah. Informasi penulisan maupun penyalinan naskah ini tidak ditemukan secara jelas.

 

File Berkas

Sampul

Ketersediaan

No Panggil No Barcode Status
PR.34/LT 257 Tidak Tersedia